Makanan bebas-lemak, bebas-gula, suplemen, dan lain-lainnya merupakan makanan alternatif yang dianggap sehat. Sejumlah orang menganggap pilihan ‘alternatif’ ini tentu akan membawa dampak lebih baik pada kesehatan.

Padahal kenyataannya tak semua makanan atau minuman alternatif tersebut lebih sehat. Malahan, sebagian besar justru terdapat beberapa zat tambahan yang mungkin bisa merusak kesehatan kita.

Dirangkum dari Healthline, berikut adalah sejumlah mitos dan fakta tentang makanan dan minuman alternatif yang selama ini kita anggap sehat.

1. Makanan tinggi lemak tidak sehat
Masih banyak orang yang takut akan makanan tinggi lemak dapat merusak kesehatan mereka sehingga mereka mengikuti diet rendah-lemak dengan harapan dapat menyehatkan tubuh mereka.

Lemak yang baik justru bagus untuk kesehatan optimal. Ditambah lagi, diet rendah lemak malah dikaitkan dengan banyak masalah kesehatan, termasuk sindrom metabolik.

Berlebihan dengan keduanya juga tidak baik untuk kesehatan, apalagi jika kualitas dietnya tidak bagus.

2. Pemanis buatan itu sehat
Naiknya minat pada makanan bebas-gula, rendah kalori dan rendah karbohidrat membuat makanan-makanan dengan pemanis buatan semakin banyak. Walaupun tidak ada tambahan gula, mengonsumsi banyak makanan dengan pemanis buatan juga berisiko merusak kesehatan.

Misalnya, pemanis buatan bisa meningkatkan risiko terkena diabetes tipe dua dengan mengubah bakteri dalam usus dan meningkatkan disregulasi gula darah.

3. Semua jus dan smoothies itu sehat
Memang jus dan smoothies tertentu sangat bernutrisi, namun bukan yang dijual di toko-toko dalam kemasan. Faktanya, jus dan smoothie yang dijual dalam kemasan justru mengandung banyak gula dan kalori.

Saat dikonsumsi berlebihan, minuman ini bisa menyebabkan naiknya berat badan dan masalah kesehatan lainnya, seperti gigi berlubang dan disregulasi gula darah.

4. Probiotik selalu bermanfaat
Beberapa riset membuktikan bahwa tak semua orang mendapatkan manfaat dari probiotik, karena mengonsumsi probiotik bisa menyebabkan perubahan negatif dalam bakteri usus mereka.

Ditambah lagi, pertumbuhan bakteri yang berlebihan dalam usus karena asupan probiotik bisa menyebabkan kembung, kentut, dan sejumlah efek samping lainnya.

Jika diresepkan dalam bentuk suplemen, sebaiknya disesuaikan dengan kondisi pasien dan hanya digunakan untuk menfaat terapeutik.

5. Kentang itu tidak sehat
Kentang putih seringkali dicap sebagai kentang yang tidak sehat dan tidak membantu bagi mereka yang ingin menurunkan berat badan atau meningkatkan kesehatan mereka.

Padahal sebenarnya, kentang putih sangat bernutrisi dan bisa dijadikan salah satu bagian dari diet sehat. Kentang putih mengandung beberapa nutrisi seperti potasium, vitamin C, dan serat.

Selain itu, kentang putih juga bisa mengenyangkan. Jika ingin tetap sehat, konsumsi kentang putih dipanggang atau direbus, jangan digoreng.

6. Makanan diet dan rendah lemak adalah alternatif yang sehat
Makanan yang berlabel ‘diet’, ‘rendah lemak’ atau bebas lemak mungkin akan lebih menarik Anda yang sedang berdiet, namun sebenarnya mereka adalah pilihan yang tidak sehat.

Banyak riset yang menunjukkan bahwa makanan dan minuman rendah lemak dan berlabel diet justru mengandung lebih banyak gula dan garam tambahan ketimbang yang biasa. Lebih baik singkirkan alternatif ini.

7. Makanan tinggi kolesterol tidak sehat
Seringkali dihindari karena anggapan tidak sehat, sebenarnya makanan tinggi kolesterol bisa dimasukkan dalam diet sehat.

Misalnya makanan bernutrisi dan tinggi kolesterol seperti telur dan yogurt kaya lemak bisa meningkatkan rasa kenyang dan memberikan nutrisi penting yang tidak bisa dipenuhi makanan lain

8. Karbohidrat bikin gemuk
Karbohidrat dan lemak sering dicap jadi pelaku yang membuat tubuh cepat gemuk dan berisiko penyakit jantung. Faktanya, mengonsumsi karbohidrat bernutrisi yang cukup yang tinggi serat, vitamin, dan mineral malah baik untuk kesehatan.

Misalnya seperti sayuran akar (kentang, ubi), gandum utuh dan legume. Akan tetapi hindari makanan seperti kue, kukis, minuman berpemanis, dan roti putih, karena mengonsumsinya secara berlebihan bisa menyebabkan kegemukan.

9. Suplemen kalsium penting untuk kesehatan tulang
Banyak yang percaya bahwa untuk menyehatkan tulang bisa diperoleh dari mengonsumsi suplemen kalsium. Akan tetapi, beberapa riset terbaru menunjukkan bahwa hal tersebut justru bisa berefek buruk.

Sejumlah studi mengaitkan suplemen kalsium pada peningkatan risiko penyakit jantung. Sebagai tambahan, riset juga menunjukkan bahwa suplemen kalsium tidak menurunkan risiko fraktur tulang maupun osteoporosis.

Untuk menambah asupan kalsium, fokuslah pada sumber-sumber terbaik seperti yogurt kaya lemak, ikan sarden, kacang-kacangan, dan biji-bijian.

10. Suplemen serat adalah alternatif yang baik
Banyak orang yang kesulitan untuk memenuhi kecukupan serat, oleh karena itu mereka menutupinya dengan suplemen penambah serat. Walau memang bermanfaat baik, suplemen ini sebaiknya tidak menggantikan makanan asli.

Makanan tinggi serat seperti sayuran, kacang-kacangan, dan buah mengandung nutrisi dan senyawa nabati yang bekerja secara sinergis meningkatkan kesehatan dan tak bisa digantikan dengan suplemen.

[sg_popup id=”472″ event=”click”]Klik disini untuk melakukan pemesanan makanan atau bahakan makanan[/sg_popup]